INVESTASI JANGKA PANJANG (ALTERNATIF SUMBER DANA)

A. Pengertian 
Yang dimaksud dengan barang modal adalah aktiva tetap yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan operasi perusahaan. Jenis aktiva tetap perusahaan antara lain adalah: gedung, mesin-mesin dan peralatan, alat transportasi, perabotan kantor dan aktiva lain yang memiliki masa pakai diatas satu tahun operasi perusahaan.
Keputusan perusahaan untuk melakukan investasi aktiva tetap, merupakan keputusan yang strategis, artinya dampak keputusan tersebut dimensinya adalah jangka panjang. Sekali keputusan melakukan investasi aktiva tetap dilakukan maka keputusan tersebut tidak bisa diubah ditengah jalan. Karena keputusan investasi aktiva tetap memiliki dampak atas hal-hal sebagai berikut: 
(a) Investasi aktiva tetap membutuhkan jumlah uang yang besar, dibandingkan dengan pengeluaran rutin lainnya. 
(b) Investasi tetap merupakan investasi yang bersifat jangka panjang, maka untuk mengembalikan dalam bentuk uang kembali memerlukan waktu yang relative panjang. 
(c) Investasi aktiva tetap harus diusahakan optimasi dalam pengoperasiannya, karena menyangkut kelangsungan operasi perusahaan. 
(d) Pemilihan aktiva tetap tergantung jenis usaha perusahaan. 
Oleh sebab itu keputusan yang salah dalam melakukan investasi aktiva tetap (barang modal) akan mengakibatkan kerugian jangka panjang dalam pengoperasiannya. 
Jenis investasi barang modal pada dasarnya bisa dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu: (a) investasi yang bersifat non ekonomis, dan (b) investasi yang bersifat ekonomis. 
(a) Investasi non ekonomis; adalah semua bentuk investasi pada aktiva tetap perusahaan yang tidak mendatangkan manfaat (kontribusi) secara langsung kepada perusahaan, tetapi investasi tersebut harus tetap dilakukan. Investasi non ekonomis ini berhubungan dengan keharusan yang ditetapkan oleh: undang-undang (peraturan pemerintah), keamanan masyarakat, keagamaan dan sebagainya. Walaupun investasi ini tidak memberikan kontribusi secara langsung dalam jangka pendek, tetapi diyakini bahwa dalam jangka panjang sangat bermanfaat yang tidak bisa diukur secara komersial. Contoh jenis investasi ini adalah: peralatan untuk mengolah limbah yang diwajibkan oleh Dinas Lingkungan (Pemerintah Daerah); menyediakan fasilitas ibadah (mushola, mesjid) bagi karyawan dan fasilitas-fasilitas social lainnya untuk karyawan dan masyarakat sekitar. Karena investasi untuk hal-hal yang bersifat non ekonomis ini tidak bisa dihindari, maka langkah yang bisa dilakukan manajemen perusahaan adalah berusaha mencari alternative yang memberikan tingkat efisiensi yang paling tinggi pada saat pengadaannya. 
(b) Investasi ekonomis; adalah semua investasi pada aktiva tetap (barang modal) yang tujuan utamanya adalah untuk memperlancar proses operasi perusahaan. Investasi ekonomis, artinya adalah bahwa pengadaan aktiva tetap yang dilakukan perusahaan secara ekonomi langsung bisa diukur manfaatnya (secara kuantitatif financial menguntungkan atau tidak) bagi perusahaan. 

B. Klaisfikasi Investasi & Faktor-Faktor dalam Pengambilan Keputusan Investasi 
Pada dasarnya ada tiga jenis klasifikasi investasi, yaitu : (a) investasi untuk penggantian (replacement); (b) investasi yang bersifat untuk perluasan (ekspansi);  dan (c) investasi untuk memperbaiki produk yang ada atau menambah produk baru. 
(a) Investasi untuk penggantian (replacement); adalah pengadaan aktiva tetap sebagai pengganti aktiva yang lama. Penggantian dilakukan karena aktiva lama sudah rusak atau ketinggalan jaman sehingga tidak ekonomis lagi. Dasar pertimbangan penggantian adalah membandingkan biayai-biaya aktiva baru dimasa yang akan datang. Hal yang perlu diperhatikan adalah harga aktiva baru, manfaatnya dan nilai sisa pada akhir umur ekonomisnya. 
(b) Investasi yang bersifat untuk perluasan (ekspansi); pengadaan aktiva tetap untuk memperluas (ekspansi) usaha. Antara lain adalah: meningkatkan kapasitas pabrik, atau investasi untuk menghasilkan produk yang sama sekali baru. Titik kritis dalam menentukan investasi yang bersifat pengembangan adalah, nilai investasi, taksiran pendapatan dari keluaran investasi tersebut dan menentukan nilai residu (nilai sisa) dari aktiva baru. 
(c) Investasi untuk mengembangkan produk yang sudah ada; investasi ini biasanya dilakukan sebagai strategi diversifikasi terhadap produk yang sudah ada untuk meningkatkan daya saing produk.Dengan adanya diversifikasi produk diharapkan ada peningkatan pasar yang pada gilirannya meningkatkan revenue perusahaan. Tetapi kadang-kadang karena ketatnya persaingan, perusahaan melakukan investasi untuk diversifikasi produk sekedar dari strategi bertahan. Artinya belum tentu volume penjualan mengalami peningkatan 
Dalam melakukan evaluasi atas rencana investasi, manajemen perusahaan perlu memperhatikan faktor-faktor berikut: 
(a) Nilai bersih dari rencana pengeluaran untuk investasi (cash out flow), atau biasa disebut sebagai “initial investment”; nilai bersih rencana investasi merupakan jumlah kebutuhan dana yang diperlukan untuk pengadaan barang modal (investasi aktiva tetap). Perlu dipahami bahwa pengadaan aktiva tetap memerlukan dana yang tidak kecil, sehingga Manajer Keuangan harus cermat dalam memutuskan sumber pendanaannya. Untuk itu perlu dicari sumber dana yang bisa memberikan cost of capital paling murah bagi perusahaan, sehingga struktur modal perusahaan bisa optimum. 
(b) Pengembalian (return) dari investasi yang akan dilakukan; untuk mengetahui tingkat kembalian suatu investasi, berarti harus dilakukan proyeksi atas rencana keuntungan dan aliran kas yang akan diterima perusahaan dari adanya rencana investasi tersebut. Return yang dimaksudkan adalah manfaat ekonomi dari adanya rencana investasi yang akan dilakukan perusahaan. 
(c) Batasan return yang dikehendaki investor, yang biasanya dinyatakan dengan persentasi dari nilai investasi. Persentasi return tersebut bisa dibandingkan dengan premi bebas resiko (bunga simpanan uang) atau dibandingkan dengan return pada jenis usaha yang sejenis. Besar kecilnya batasan return juga sangat dipengaruhi resiko investasi yang dipilih. Semakin tinggi resiko investasi tentunya pemilik uang menghendaki tingkat return yang semakin tinggi.

C. Evaluasi Terhadap Sumber Dana. 
Setelah diketahui berapa jumlah kebutuhan dana untuk investasi, langkah selanjutnya adalah melakukan evaluasi terhadap sumber dana yang akan dipergunakan untuk membiayai proyek tersebut. Pemilihan terhadap alternative sumber dana adalah berhubungan dengan masalah biaya modal (cost of capital). Sumber dana yang cost of capitalnya paling rendahlah yang seharusnya dipilih untuk membiayai investasi. 
Sumber dana untuk pembiayaan investasi bisa berasal dari dalam perusahaan sendiri (internal sources) atau menggunakan sumber dana dari luar perusahaan (external sources). Modal dari dalam perusahaan didapat dari Keuntungan yang tidak dibagi (Laba Ditahan) dan bisa dari cadangan Akumulasi Depresiasi. 
Sementara sumber dana dari luar, bisa diperoleh dari lembaga keuangan (Bank) biasanya berupa Pinjaman (Utang) Jangka Panjang, atau bisa pula dari Pemegang Saham (right issue), dan bisa melalui pasar modal dengan menerbitkan saham baru (emisi baru) atau Pinjaman obligasi). Dalam era global seperti sekarang skema pendanaan relative sangat mudah untuk mencari dana dari luar, sepanjang mendapat kepercayaan dari para investor. 
Bahkan sekarang ada pola pendanaan investasi berupa Kerja Sama Operasi (KSO) atau yang lebih terkenal dengan istilah BOT (Build Operate & Transfer). Skema ini pada dasarnya adalah Investor membangun Aset yang dibutuhkan, kemudian mengoperasikan dalam jangka waktu tertentu (sesuai kesepakatan) barulah pada masanya asset tersebut dialihkan menjadi milik perusahaan. 
Keputusan untuk memilih sumber dana tersebut tujuannnya adalah agar struktur modal perusahaan menjadi optimal. Struktur modal akan optimal apabila perpaduan (komposisi) antara hutang jangka panjang dengan modal saham bisa memaksimumkan nilai (saham) perussahaan. Nilai perusahaan akan optimum apabila biaya modal perusahaan menjadi minimum. 
Biaya modal merupakan konsep penting dalam analisis investasi karena dapat menunjukkan tingkat minimum laba investasi yang harus diproleh dari investasi tersebut. Jika investasi itu tidak dapat menghasilkan laba investasi sekurang-kurangnya sebesar biaya modal yang ditanggung maka investasi itu tidak perlu dilakukan. Lebih mudahnya, biaya modal merupakan rata-rata biaya dana yang akan dihimpun untuk melakukan suatu investasi. 
Dapat pula diartikan bahwa biaya modal suatu perusahaan adalah bagian (suku rate) yang harus dikeluarkan perusahaan untuk memberi kepuasan pada para investornya pada tingkat risiko tertentu. Biaya Modal adalah biaya riil yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh dana baik yang berasal dari hutang, saham preferen, saham biasa, maupun laba ditahan untuk mendanani suatu investasi atau operasi perusahaan. Penentuan besarnya biaya modal ini dimaksudkan untuk mengetahui berapa besarnya biaya riil yang harus dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh dana yang diperlukan. 
Konsep Biaya Modal erat hubungannya dengan konsep mengenai pengertian tingkat keuntungan yang disyaratkan (required rate of return). Tingkat keuntungan yang disyaratkan sebenarnya  dapat dilihat dari dua pihak yaitu sisi investor dan perusahaan. Dari sisi investor, tinggi rendahnya required rate of return merupakan tingkat keuntungan (rate of return) yang mencerminkan tingkat resiko dari aktiva yang dimiliki. 
Sedangkan bagi perusahaan yang menggunakan dana (modal), besarnya required rate of return merupakan biaya modal (cost of capital) yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan modal tersebut. Biaya modal bisanya digunakan sebagai ukuran untuk menentukan diterima atau ditolaknya suatu usulan investasi (sebagai discount rate), yaitu  dengan membandingkan tingkat keuntungan (rate of return) dari usulan investasi tersebut dengan biaya modalnya.

D. Menghitung Biaya Modal. 
Biaya modal dapat dihitung berdasarkan biaya untuk masing-masing sumber dana atau disebut biaya modal individual. Biaya modal individual dihitung tiap jenis modal. Namun apabila perusahaan menggunakan beberapa sumber modal maka biaya modal yang dihitung adalah biaya modal rata-rata tertimbang (Weight average cost of capital/WACC) dari seluruh modal yang digunakan. 
1. Biaya utang; yang dimasukkan dalam penghitungan cost of capital dalam kaitan investasi hanya pinjaman jangka panjang (tenor lebih dari satu tahun). Sedangkan pinjaman jangka pendek yang sifatnya untuk memenuhi kebutuhan modal kerja tidak diikutkan dalam menghitung cost of capital. Rumus menghitung cost of capital dari utang adalah sebagai berikut: 
I + (N-Nb)/n 
rd = ----------------------  x 100%. 
(Nb + N) /2 
Di mana : 
• Rd adalah : biaya modal (cost of capital) dari pinjaman jangka panjang. 
• I adalah : bunga hutang jangka panjang (obligasi) satu tahun dalam rupiah. 
• N adalah nilai nominal pinjaman atau nilai nominal obligasi pada tanggal jatuh tempo. 
• Nb adalah : Nilai bersih hasil penjualan obligasi (atau nilai tunai pinjaman yang diterima perusahaan) 
• n adalah:  umur (jangka waktu) atau tenor pinjaman (obligasi). 
Tetapi perlu diingat bahwa “beban bunga” atas penggunaan dana pinjaman (baik utang maupun obligasi), merupakan penghematan pajak bagi perusahaan. Ingat beban bunga merupakan biaya, sehingga bersifat “deductible tax” artinya bisa sebagai pengurang pajak penghasilan. Sehingga biaya riil atas pinjaman obligasi maupun utang harus dikurangi dengan penghematan pajak tersebut. Dengan demikian rumus biaya modal atas dana pinjaman (obligasi) diubah menjadi: 
rd x (1 - tarif pajak) . 
Contoh 1: 
Sebuah perusahaan akan melakukan investasi. Untuk membiayai investasi tersebut, perusahaan menerbitkan surat obligasi jangka waktu 5 tahun, total nilai nominal obligasi adalah Rp 10 milyar dengan bunga  16%. Obligasi tersebut dijual laku Rp 9,6 milyar. 
Dengan demikian, maka cost of capital dari pinjaman obligasi tersebut bisa dihitung sebagai berikut:   rd = (16% x 10 milyar) + (10 milyar – 9,6 milyar)/5)    x 100% = 
                                          (9,6 Milyar + 10 milyar)/2 
rd = 1,6 M +80 jt    x 100 %   =  17,14 %. 
              9,8 M 
Apabila tarif pajak 30%, maka biaya modal riil pinjaman menjadi:17,14 % x  (1 – 30%)  = 12 %. 
Contoh 2: 
PT KARTIKASARI akan membeli kendaraan dinas untuk 3 orang Direksi, dengan harga Rp 300 juta per unit (on the road). Alternative pendanaan adalah sebagai berikut: 
(a) Bank Mandiri bisa memberikan pinjaman sampai dengan 70% selama 2 tahun, dengan jaminan BPKB dari mobil tersebut. Sehingga perusahaan harus menyediakan dana sendiri sebesar 30% dari total kebutuhan. Sedangkan biaya administrasi yang harus dibayar pada saat akad kredit adalah sebesar: Rp 250.000,-- dan premi assuransi 2,5% dari harga mobil (2 tahun, sedangkan bunga pinjaman ditetapkan sebesar 10% per tahun. 
(b) Membeli melalui leasing, dengan uang muka 30%, dan sisanya diangsur selama 3 tahun dengan angsuran bulanan sebesar: Rp 6.750.000,--/unit mobil. Kontrak leasing mensyaratkan beban administrasi Rp 150.000,-- dan premi assuransi sebesar 3% dari harga mobil (3 th). 
Alternative manakah yang paling menguntungkan bagi PT KARTIKASARI atas pemilihan dari kedua tawaran tersebut (yang memberikan cost of capital paling rendah). 

KETERANGAN Pinjaman Bank Leasing 
Kebutuhan dana          900,000,000    900,000,000 
Modal sendiri          270,000,000    270,000,000 
Nilai Pinjaman (N)          630,000,000    630,000,000 
Biaya kredit: 
Administrasi                  250,000            150,000 
Premi Assuransi "all-risk"            22,500,000      27,000,000 
*) Lama rata-2 pemakaian kredit (bln): 24 18.5 
Nilai tunai pinjaman (Nb):          607,250,000    602,850,000 
Cost of capital untuk masing-masing tawaran tersebut adalah sebagai berikut: 
(a) Dengan demikian biaya modal pinjaman dari bank bisa dicari sebagai berikut: 
Biaya modal pinjaman atau “rd” = {I + (biaya administrasi + premi ass)/2 th}: {(N + Nb)/2} 
{(10% x Rp 630 jt)+(250.000+22.500.000)/2}:{(630.000.000+607.250.000)/2}x100%=12%. 
(b) Biaya modal dari leasing; untk mengetahui tingkat bunga dalam system leasing, lebih dahulu dihitung total seluruh angsuran, yaitu: (Rp 6.750.000,-- x 3 unit x 36 bulan): Rp 729.000.000 
Sedangkan nilai pinjaman adalah sebesar:                                                        Rp  630.000.000 
Jadi bunga yang harus dibayar selama leasing adalah sebesar    :                    Rp    99.000.000 
Bunga sebesar Rp 99.000.000,-- seolah-olah untuk waktu 3 tahun, padahal sebenarnya dalam leasing tersebut secara rata-rata lama pelunasan (efektif) adalah: (1 + 36)/2  =  18,5 bulan. Sehingga bunga 1 tahun (12 bl) efektif adalah: 12/18.5 x Rp 99.000.000 = Rp 64.216.216. Dengan demikian biaya modal untuk leasing bisa dihitung sebagai berikut:  rd  = 
{Rp64.216.216+(150.000+27.000.000)/(18.5/12)}:{(630.000.000+602.850.000)/2}x 100% = 
13,27%. 
Dengan demikian diketahui ternyata meminjam uang dari Bank untuk membeli secara tunai lebih menguntungkan dari pada membeli secara leasing. 
2. Biaya modal sendiri: yang dimaksud dengan modal sendiri pada dasarnya adalah cadangan dan akumulasi depresiasi aktiva tetap. Cadangan atau laba yang belum dibagi adalah merupakan sisa keuntungan yang dicadangkan untuk berjaga-jaga dan untuk keperluan investasi lainnya. Sedangkan cadangan depresiasi merupakan akumulasi dana yang peruntukannya untuk penggantian aktiva yang secara ekonomis harus diganti (replacement). Berapa biaya modal yang ditetapkan untuk modal sendiri sangat relative tergantung kepada Manajemen Perusahaan yang bersangkutan dan keinginan Pemegang Saham. Artinya keputusan menggunakan sumber dana internal perusahaan biasanya memerlukan persetujuan Pemegang Saham. 
Jadi berapa biaya modal sendiri yang harus ditetapkan sangat tergantung kepada kespektasi (harapan) dari Manajemen dan Pemegang Saham. Tentang bagaimana menghitung biaya modal Saham dan dana sendiri bisa dipelajari secara lebih mendalam dalam mata kuliah Manajemen Keuangan. 
7.5 Latihan Kasus 
1. PT Bayu Setiawan, mendapat tawaran kredit pengadaan mesin bubut otomatis untuk meningkatkan kapasitas bengkel yang dimiliki. Distributor memberikan alternative membeli kontan dengan harga Rp 500 juta atau kredit tanpa uang muka yang bisa diangsur selama satu tahun dengan angsuran Rp 50 juta per bulan. Berapakah cost of capital atas tawaran kredit dari distributor tersebut bagi PT Bayu Setiawan. 
2. PT Whisnu Murti akan membeli mesin generator baru untuk mennggantikan mesin generator lama yang terbakar. Harga mesin baru adalah Rp 1 M. sudah termasuk biaya pemasangan. Karena klaim dari assuransi hanya mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 300 juta, maka kekurangannya harus dicarikan dana untuk melunasinya. Ada 2 alternatif yang bisa dipilih untuk melunasi kekurangan tersebut, yaitu: 
(a) Memanfaatkan fasilitas kredit dari Distributor generator, dimana ganti rugi dari assuransi digunakan sebagai pembayaran uang muka (down payment), sedangkan kekurangan bisa dilunasi dengan cara mengangsur setiap bulan sebesar: Rp 35 juta /bulan selama 2 tahun (24 angsuran). Atas syarat ini Distributor tidak mengenakan biaya apapun, dan setelah angsuran terakhir generator langsung menjadi milik PT Whisnu Murti. 
(b) Memanfaatkan fasilitas pinjaman modal kerja dari Bank Mandiri dengan tingkat bunga 12% per tahun. Fasilitas kredit tersebut berlaku selama 2 tahun dengan system pembayaran fleksibel (artinya bisa diangsur setiap bulan sesuai kemampuan keuangan perusahaan atau dibayar sekaligus setelah 2 tahun). Atas fasilitas kredit ini bank mengenakan propisi sebesar: 0,5% dari plafon pinjaman. 
Sebagai seorang Akuntan apakah rekomendasi Saudara untuk menentukan pilihan atas kedua alternative tersebut. 
3. PT Lazuardy akan mengganti salah satu peralatan mesin yang secara ekonomis sudah tidak layak digunakan lagi. Dari pabrik pembuat mesin, PT Lazuardy mendapatkan penawaran dengan harga khusus sebagai berikut: 
(a) Apabila membeli dengan kontan akan diberikan diskon sebesar 10% dari harga normal. Harga normal mesin tersebut adalah Rp 300 juta sudah termasuk biaya pemasangan. 
(b) Membeli secara mengangsur dengan angsuran bulanan sebesar: Rp 27  juta, selama satu tahun. 
Atas kedua tawaran tersebut tidak dikenakan biaya administrasi apapun. Sementara PT Lazuardy bisa meminjam uang dari bank untuk waktu 2 tahun, dengan tingkat bunga 10% per tahun. Hanya dalam pengambilan kredit tersebut bank akan mengenakan provisi sebesar: Rp 500.000,--. 
Tolong Saudara hitungkan alternative mana yang paling menguntungkan bagi PT Lazuardy dalam pengadaan mesin tersebut.
Previous
Next Post »
Orang bijak itu selalu meninggalkan jejak