Tanggung Jawab Sosial Bisnis

Dunia bisnis hidup di tengah-tengah masyarakat. Kehidupannya tidak lepas dari kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu ada sebuah tanggung jawab sosial yang di pikul oleh bisnis. Banyak kritik di lancarkan oleh masyarakat terhadap bisnis yang kurang memperhatikan lingkungan.

Apa tanggung jawab sosial bisnis terhadap masyarakat?
Banyak timbul perbedaan pendapat mengenai hal ini. Ada mengatakan tanggung jawab bisnis yang hanya terbatas sampai menghasilkan barang dan jasa buat konsumen dengan harga yang murah. Ada yang mengatakan
tanggung jawab bisnis ialah jangan mengambil keuntungan, tetapi yang wajar sajalah. Ada yang berpendapat bahwa bisnis harus turut mengatasi masalah yang terjadi di masyarakat, tanpa memperhatikan apakah bisnis secara langsung ataupun tidak langsung menimbulkan masalah itu. Kita hendaknya waspada dalam melihat apa tanggung jawab sosial bisnis terhadap masyarakat ini.
Perusahaan mencoba semakin meningkatkan perilaku sosialnya kearah philanthropi yang semakin baik, baik dengan melaksanakan social audit. Bovee menyatakan a social audit ia a systematic evaluation and reporting of the company's social performance. Dengan melakukan social audit dapat dilihat kemajuan kegiatan philanthropi yang dilakukan perusahaan, bagaimana mereka menyumbang dana , menyediakan waktu, barang-barang, atau jasa untuk keperluan masyarakat banyak, atau dunia pendidikan. Jika social audit ini dilaksanakan oleh pemerintah, maka dampak sosial sebuah bisnis akan sangat terasa membantu masyarakat pada umumnya.
Kegiatan Social Responsibility yang harus di perhatikan perusahaan adalah:

Bertanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan

Ini menyangkut masalah polusi, kontaminasi zat-zat berbahaya yang merusak udara, air, dan tanah. Ini di sebabkan oleh gas buangan knalpot mobil, motor, industri, semua ini dapat mengotori udara dan menyebabkan hujan asam, yang dapat merusak hutan.

Bertanggung jawab terhadap konsumen
Hal ini dapat dilakukan dengan memperhatikan hak-hak konsumen seperti the right to be safe, right to be informed, the right to choose, dan the right to be heard. Dengan memperhatikan hak-hak konsumen ini, maka dapat di cegah munculnya gejala Consumerism,  yaitu gejala action, demonstrasi, perusakan, yang akan dilancarkan oleh konsumen, karena perlakuan produsen yang tidak baik terhadap konsumen.

Tanggung jawab terhadap investor
Para investor juga memperhatikan etika dan tanggung jawab dari perusahaan dimana mereka melakukan investasi. Investor pasti tidak senang jika pimpinan perusahaan melakukan manipulasi dalam pembukuan bisnis sehingga merugikan investor.

Tanggung jawab terhadap karyawan
Para pengusaha mulai hati-hati dalam merekrut karyawan, melatih dan menaikkan pangkat karyawannya, agar selalu mengait dengan masalah perilaku, tanggung jawab, etika yang dijalankan oleh perusahaan. Tidak di kehendaki adanya diskriminasi, pilih kasih dalam besarnya gaji, upah, masalah suku, gender, agama, cacat fisik, pelecehan seksual, pekerja anak-anak, dan sebagainya.
Previous
Next Post »
Orang bijak itu selalu meninggalkan jejak