Pola Kegiatan Perekonomian

   Secara garis besar, sistem ekonomi (sistem pengaturan kegiatan ekonomi) dapat dibedakan menjadi tiga bentuk yaitu: 1). Ekonomi pasar adalah perekonomian yang kegiatannya dikendalikan sepenuhnya oleh interaksi antara penjual dan pembeli di pasar. 2). Ekonomi campuran adalah sistem ekonomi pasar yang di sertai campur tangan pemerintah. Sedangkan 3). Ekonomi perencanaan pusat adalah sistem ekonomi yang kegiatannya diatur sepenuhnya oleh pemerintah.
Sebagian besar negara yang ada di dunia ini menggunakan sistem ekonomi campuran, yaitu sistem ekonomi pasaran yang disertai campur tangan pemerintah, dalam mengatur kegiatan ekonominya. Apabila di perhatikan corak kegiatan ekonomi di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Jerman, dan Inggris, maka dengan jelas dapat dilihat bahwa kegiatan ekonomi individu dan
perusahaan swasta merupakan faktor yang terutama dalam menentukan corak kegiatan ekonomi di negara-negara tersebut. Akan tetapi di samping itu dengan jelas dapat pula dilihat bahwa pemerintah memegang peranan yang sangat penting dalam mengatur dan mengendalikan kegiatan-kekuatan ekonomi masyarakat. Juga di negara-negara berkembang seperti India, Malaysia, Filipina, dan negara kita sendiri, pola kegiatan ekonomi yang seperti itu dapat dilihat dengan jelas.
Oleh karena sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi Ya di praktekkan di banyak negara, termasuk negara kita,  maka ciri-ciri dan corak kegiatan dari sistem ekonomi tersebut perlu di kenal dengan sebaik-baiknya. Pertama, hal tersebut bermanfaat karena kita akan dapat melihat bagaimana suatu perekonomian yang kita kenal sehari-hari berfungsi dan menjalankan kegiatan selanjutnya, ia perlu di kenal karena analisis-analis ekonomi biasanya menganggap bahwa sistem ekonomi yang wujud adalah sistem ekonomi campuran. Kebanyakan analisis ekonomi bermula dari pemisahan bahwa pemerintah tidak melakukan campur tangan dalam perekonomian. Tetapi pada akhirnya selalu ditunjukkan bagaimana pemerintah mempengaruhi kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat.

 UANG, PERDAGANGAN DAN SPESIALISASI
       Perekonomian dunia telah mengalami perubahan yang sangat drastis dalam dua setengah abd belakangan ini. Mula-mula perubahan tersebut terutama berlangsung di negara-negara maju. Akan tetapi semenjak Perang Dunia kedua banyak negara berkembang juga mengalami perubahan corak kegiatan ekonomi yang sangat nyata. Di dalam berbagai corak kegiatan perekonomian tersebut pkegiatan ekonomi tidak lagi di tujukan untuk memeuhi kebutuhan sendiri, akan tetapi terutama dilakukan untuk memenuhi keinginan-keinginan yang wujud di pasar. Di samping itu unit-unit produksi telah sanggup mengembangkan teknik produksi yang modern sehingga mereka dapat menyediakan barang-barang yang dibutuhkan masyarakat dalam jumlah yang sangat besar. Barang-barang tersebut bukan saja dijual secara terbatas dalam suatu pasar tertentu terutama di jual keberbagai pelosok negara dan sering pula ke luar negeri. Kegiatan perdagangan yang bertambah efisien selanjutnya menimbulkan pula perkembangan spesialisasi dalm kegiatan memproduksi merupakan ciri penting dari suatu perekonomian modern.

PRODUKSI DAN PERDAGANGAN DALAM PEREKONOMIAN MODERN SUBSISTEN
  Sebelum melihat sifat-sifat utama dari kegiatan suatu perekonomian modern secara lebih mendalam, ada baiknya apabila terlebih dahulu di perhatikan kegiatan ekonomi yang di jalankan dalam suatu masyarakat yang relatif primitif.
  1. Produksi untuk memenuhi kebutuhan sendiri - Dalam perekonomian yang masih primitif, yang lebih lazim di kenal dengan perekonomian subsisten, unit-unit produksi terutama terdiri dari para keluarga petani tradisional. Petani seperti itu menggunakan cara dan bercocok tanam yang masih sederhana. Tingkat produktifitas kegiatan mereka relatif rendah dan tingkat produksi hanya cukup untuk kehidupan yang sederhana. Jangan sekali-kali terdapat kelebihan (surplus) produksi yang dapat dijual ke pasar.  Kegiatan ekonomi ekonomi lainnya yang penting adalah berburu dan menangkap ikan. Kegiatan menghasilkan barang-barang industri sangat terbatas sekali. Dalam perekonomian subsisten kegiatan perdagangan sudah berlaku tetapi dalam skala yang terbatas. Hanya sebagian kecil saja produksi masyarakat yang diperdagangkan.
  2. Perdagangan barter - Dalam perekonomian subsisten yang masih sangat primitif, perdagangan dilakukan secara barter yaitu perdagangan secara pertukaran barang dengan barang. Dalam perdagangan seperti ini haruslah wujud keadaan dimana (i) seseorang ingin menukarkan barang yang dihasilkannya dengan suatu barang lain, dan (ii) seorang lain memproduksi barang yang diingini orang yang pertama dan bersedia menukarkan barang tersebut dengan yang dihasilkan orang pertama. Dengan demikian dalam perdagangan barter harus terdapat dua keinginan yang saling bersesuaian dengan keadaan.
  3. Pola perdagangan subsisten - Pada masa sekarang ini perdagangan barter sudah banyak tidak dilakukan lagi. Pada kebanyakan perekonomian subsisten, uang telah dilakukan sebagai alat perantara dalam tukar menukar. Apabila uang digunakan dalam kegiatan perdagngan, masalah yang diterapkan diatas tidak akan timbul dan oleh karena itu kegiatan perdagangan dapat dilakukan dengan lebih lancar. Dengan adanya uang maka langkah yang harus dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu barang akan lebih mudah.
POLA KEGIATAN EKONOMI DALAM PEREKONOMIAN UANG
  1. Ciri-ciri perekonomian uang - Suatu perekonomian yang menggunakan uang sebagai perantara dalam kegiatan tukar menukar (perdagangan) dikenal sebagai perekonomian uang. Boleh dikatakan seluruh masyarakat yang terdapat di dunia ini perekonomiaannya mempunyai sifat-sifat yang dapat digolongkan sebgai perekonomian uang. Mengapa uang menjadi bertambah penting peranannya apabila perekonomian menjadi bertambah maju? Alasannya adalah karena makin maju sebuah perekonomian maka makin penting peranan kegiatan perdagangan dalam perekonomian tersebut. Dalam perdagangan subsisten perdagangan terbatas adalah karena produksi yang dihasilkan terutama adalah untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Dengan demikian hanya sebagian kecil saja dari hasil produksi akan dijual belikan dipasar. Dalam perekonomian yang maju, corak kegiatan ekonomi tidak seperti itu lagi, penggunaan uang telah memungkinkan mereka telah melakukan spesialisasi, yaitu setiap orang tidak lagi menghasilkan semua barang dan jasa yang diperlikannya tetapimengkhususkan kepada menghasilkan barang dan jasa yang dapat disediakan dengan lebih efisien.
  2. Spesialisasi perdagangan - Diagram dalam gambar dibawah ininmenunjukkkan suatu contoh yang sederhana tentang spesialisasi dan perdagangan didalam perekonomian uang.
     Pertama-tama gambaran itu menunjukkan bahwa petani, tukang kayu dan tukang jahit tidak perlu menghasilkan semua barang yang mereka inginkan. Yang mereka perlu lakukan adalah melakukan spesialiasasidalam memproduksi barang-barang sehingga dapat di hasilkan dengan cara yang paling efisien. Maka petani akan menghasilkan bahan makanan, tukang kayu akanmenghasilkan peralatan pertanian dan peralatan rumah tangga, dan tukang jahit menghasilkan pakaian.
   Yang kedua, gambaran itu menunjukkan bahwa dengan adanya uang persoalan”kesesuaian ganda dari keinginan” tidaklah merupakan syarat untuk melakukan tukar menukar dan perdagngan. Dapat dilihat bahwa walaupun tukng kayu memerlukan makanan yang dihasilkan petani dan tukang kayu tersebut tidak memproduksi pakaian yang dibutuhkan petani untuk dipertukarkan akan tetapi persagangan tetap saja berlangsung. Tukang kayu akan menggunakan uang untuk memperoleh makanan yang diingininya. Uang yang diperoleh petani dari hasil penjualan makanan akan digunakan untuk membeli pakaian yang diingininya dari tukang jahit. Seterusnya, tukang jahit yang menginginkan peralatan rumah tangga tidak menghadapi banyak kesulitan untuk mendapatkannya dari tukang kayu karena uang yang diterimanya dari petani dapat dibayarkan kepada tukang kayu.

KEBAIKAN-KEBAIKAN SPESIALISASI
    Wujudnya spesialisasi tinggi merupakan ciri penting suatu perekonomia modern. Terdapat kaitan yang rapat antara perkembangan ekonmi dan spesialisasi dimana semakin tinggi perkembangan ekonomi, semakin tinggi pula tingkat spesialisasi. Sebaliknya, tanpa spesialisasi suatu perekomian tidak akan dapat mencapai perkembangan yang tinggi. Mengapa spesialisasi merupakan prasyarat bagi perkembangan ekonomi? Apakah keuntungan-keuntungan yang didapat dari spesialisasi?
Telah di terangkan diatas bahwa spesialisasi berkembang akibat penggunaan uang dan sebagai akibat perkembangan perdagangan. Artinya, perdagangan yang bertambah luas akan mempercepat perkembangan ekonomi. Spesialisasi penting untuk perkembangan ekonomi disebabkan oloeh beberapa sumbangan berikut:

  1. Mempertinggi efisiensi penggunaan faktor produksi. Dalam spesialisasi seorang pekeja atau tenaga ahli akan digunakan pada kegiatan yang sesuai dengan keahliannya. Ia tidak perlu mengerjakan semua pekerjaan yang memenuhi untuk segala kebutuhannya. Ini berarti pula deaerah atau negara tidak perlu lagi menghasilkan seluruh barang yang dibutuhkannya tetapi cukup melakukan spesialisasi dalam kegiatan yang paling menguntungkan negara atau wilayah tersebut. Dengan cara ini faktor produksi akan dilakukan lebh efisien.
  2. Mempertinggi efisiensi produksi. Efisiensi memproduksi yang semakin tinggi di kenal sebagai ”economic of sale” atau skala ekonomi. Maksudnya, apabila produksi di tingkatkan, misalnya menjadi dua kali lipat, biaya produksi tidak akan meningkat sebesar peningkatan produksi yang berlaku (dua kali lipat dalam contoh ini). Berarti biaya produksi rata-rata bertambah rendah. Di samping itu spesialisasi menghemat penggunaan alat-alat produksi. Spesialisasi menyebabkan berbagai masyarakat tidak perlu lagi membeli alat-alat produksi yng sama jenisnya.
  3. Mendorong perkembangan teknologi. Spesialisasi menyebabkan pasaran berbagai barang menjadi bertambah luas. Untuk kegiatan-kegiatan tertentu, hal tersebut berarti produksi harus di tambah dengan cepat. Untuk memenuhi kebutuhan ini para pengusaha akan berusaha menggunakan teknologi produksi yang lebih baik dan lebih tinggi produktifitasnya.
Previous
Next Post »
Orang bijak itu selalu meninggalkan jejak