DIRECT COSTING & FULL COSTING METHOD

www.unsera.ac.id

  • ·         Direct Costing Method
        Is a method of determining the cost of production which only take into account the variable production costs only or that directly affect the volume of production.
         Direct costing also often called variable costing or marginal costing. Direct costing focusing attention on product and costs that are directly traceable to changes in production activities.
        The focal point is directed at:
  1. The internal benefits, such as: profit planning, pricing, cost control, and decision making.
  2. The external benefits, such as: financial reporting and income determination.

Characteristics of methods Direct / Variable Costing
  1. The cost of fixed manufacturing overhead (fixed FOH) are treated as period costs and not as an element of cost of the product, so that the fixed factory overhead costs are charged as an expense in the period incurred.
  2. In relation to products that have not sold, fixed FOH not attached to the inventory, but immediately considered as an expense in the period incurred.
  3. Delays loading a helpful fee if the delay is expected to avoid the occurrence of the same charges coming period.

Benefits of Direct Costing method
     The financial statements were prepared based on the direct costing method useful for management to:
  1. Planning short-term profit

      In the short term, fixed costs do not change with the change in the volume of activity, so that only the variable costs which need to be considered by management.
The income statement presents two measures of importance: (1) Contribution margin (Earnings Contributions) and (2) Operating Leverage.
Example:
Sales: $ 1,000
Variable cost: (600)
Contibution Margin: 400
            Fixed cost: (300)
            Operating Income: $ 100
            % Contribution Margin = CM / Sales
                                                  = 400/1000
                                                  = 40%
Operating Leverage = CM / Operating Income
                                                 = 400/100
                                                 = 4 x (four times)
For example, the budget plan was decided to raise prices 12%. Then the impact of this increase on short-term profits can be determined:
12% x 40% = 4.8%
Income statement separates the fixed and variable costs that enable management to analyze the relationship of cost, volume and profit.

2. Cost Control
     Costs remained under direct costing can be grouped into two categories, namely: discretionary fixed cost and fixed cost committed.
Discretionary fixed cost is a fixed cost that behave as policy management. In the short term these costs can be controlled by management.
Committed fixed costs are costs arising from the ownership of plant, equipment, in the short term these costs can not be controlled by management.

3. Decision Making
    Management by using the direct costing method can determine the decision making eg in the case of special orders.
  • ·         Full Costing Method

      A method of determination of cost of production, which charge the entire cost of production both fixed and variable behavior of the product. Full costing method is also known as Absortion or Conventional Costing.
      The difference lies in the treatment of fixed production costs, and will have an effect on:
  1. The calculation of the cost of production (COGS)
  2. Presentation of income statement

    COGS calculation with full costing method:
Direct material $ XXX           
Direct Labor $ XXX
Fixed FOH $ XXX
Variable FOH $ XXX +
COGS $ XXXX
Characteristics of Full Costing Method
  1. Factory overhead costs both variable and fixed, charged to the product on the basis of the rates determined in advance at normal capacity, or on the basis of actual overhead costs.
  2. Difference FOH will arise if different FOH charged with FOH actually happened. FOH budget> FOH actual = Over-applied FOH budget <FOH actual = Under-applied
  3. If all the products are processed in the period not yet sold, then the loading of factory overhead costs more or less is used to decrease or increase the cost of goods that are still in stock (both products in process and finished products).
  4. This method will delay the imposition of fixed factory overhead costs as the cost to date of the product concerned sold.



(INDONESIAN VERSION)

BIAYA VARIABEL & BIAYA PENUH
Metode Biaya Variabel
        Merupakan suatu metode penentuan harga pokok produksi yang hanya memperhitungkan biaya produksi variable saja atau yang berpengaruh langsung dengan volume produksi.
         Direct costing juga sering disebut variable costing atau marginal costing. Direct costing memfokuskan perhatian pada product dan biaya-biaya yang secara langsung dapat ditelusuri terhadap perubahan dalam aktivitas produksi.
        Titik perhatian tersebut diarahkan pada:
1.      Manfaat internal, seperti: perencanaan laba, penetapan harga, pengendalian biaya, dan pengambilan keputusan.
2.      Manfaat external, seperti: pelaporan keuangan dan income determination.
Karakteristik metode Biaya Variabel 
1.      Biaya overhead pabrik tetap (fixed FOH) diperlakukan sebagai period costs dan bukan sebagai unsure harga pokok produk, sehingga biaya overhead pabrik tetap dibebankan sebagai biaya dalam periode terjadinya.
2.      Dalam kaitannya dengan produk yang belum laku terjual, fixed FOH tidak melekat pada persediaan tersebut, tetapi langsung dianggap sebagai biaya dalam periode terjadinya.
3.      Penundaan pembebanan suatu biaya bermanfaat jika dengan penundaan tersebut diharapkan dapat dihindari terjadinya biaya yang sama periode yang akan datang.
Manfaat metode Biaya Variabel
Laporan keuangan yang disusun berdasar metode direct costing bermanfaat bagi manajemen untuk:
1.      Perencanaan laba jangka pendek
Dalam jangka pendek, biaya tetap tidak berubah dengan adanya perubahan volume kegiatan, sehingga hanya biaya variable yang perlu dipertimbangkan oleh manajemen.
Laporan laba-rugi menyajikan dua ukuran penting: (1) Contribution Margin (Laba Kontribusi) dan  (2) Operating Leverage.
Contoh:
Sales                :           $          1000
Variable cost   :                       (600)
Contibution Margin:                  400
            Fixed cost       :                         (300)
            Operating Income :     $             100                
            % Contribution Margin =        CM / Sales
                                                  =        400 / 1000     
                                                  =        40 %
Operating Leverage = CM / Operating Income
                                                 =         400 / 100
                                                 =         4 x (empat kali)
Misal, dalam rencana anggaran diputuskan untuk menaikkan harga jual 12%. Maka dampak dari kenaikan ini terhadap laba jangka pendek dapat ditentukan:
12% x 40% = 4,8%
Laporan laba rugi yang memisahkan biaya tetap dan variable yang memungkinkan manajemen melakukan analisis hubungan biaya, volume, dan laba.
2.      Pengendalian Biaya
Biaya tetap dalam direct costing dapat dikelompokkan ke dalam dua golongan, yakni: discretionary fixed cost dan committed fixed cost.
Discretionary fixed cost merupakan biaya yang berprilaku tetap karena kebijakan manajemen. Dalam jangka pendek biaya ini dapat dikendalikan oleh manajemen.
Committed fixed cost merupakan biaya yang timbul dari pemilikan pabrik, peralatan, dalam jangka pendek biaya tersebut tidak dapat dikendalikan oleh manajemen.
3.      Pengambilan Keputusan
Pihak manajemen dengan menggunakan metode direct costing dapat menentukan pengambilan keputusan misal dalam hal pesanan khusus.
Metode Biaya Penuh
      Merupakan metode penetuan harga pokok produksi, yang membebankan seluruh biaya produksi baik yang berperilaku tetap maupun variable terhadap produk. Metode biaya penuh juga dikenal dengan Absortion atau Conventional Costing.
      Perbedaan tersebut terletak pada perlakuan terhadap biaya produksi tetap, dan akan mempunyai akibat pada:
1.      Perhitungan harga pokok produksi (COGS)
2.      Penyajian laporan laba-rugi
    Perhitungan COGS dengan metode Full Costing:
Direct material                        $          XXX
Direct Labor                            $          XXX
Fixed FOH                              $          XXX
Variable FOH                         $          XXX    +
COGS                         $          XXXX
Karakteristik Metode Biaya Penuh
1.      Biaya overhead pabrik baik yang bersifat variable maupun tetap, dibebankan kepada produk atas dasar tarif yang ditentukan dimuka pada kapasitas normal atau atas dasar biaya overhead yang sesungguhnya.
2.      Selisih FOH akan timbul apabila FOH yang dibebankan berbeda dengan FOH yang sesungguhnya terjadi.
FOH budget > FOH actual = Over-applied
FOH budget < FOH actual = Under-applied
3.      Jika semua produk yang diolah dalam periode tersebut belum laku dijual, maka pembebanan biaya overhead pabrik lebih atau kurang tersebut digunakan untuk mengurangi atau menambah harga pokok yang masih dalam persediaan (baik produk dalam proses maupun produk jadi).
4.      Metode ini akan menunda pembebanan biaya overhead pabrik tetap sebagai biaya sampai saat produk yang bersangkutan dijual.
Previous
Next Post »
Orang bijak itu selalu meninggalkan jejak